Surat Cinta untuk Jiwa

9 07 2008

assalamu’alaikum
wbt..
-suatu perkongsian-moga dpt menghidupkan hati2 yg lesu dan layu..moga
diteguhkan iman hingga saat kita bertemu dgnNya..amiin Ya
Rabb

surat cinta untuk jiwa..

Surat ini ku tujukan untuk
diriku sendiri
serta sahabat-sahabat tercintaku
yang insyaAllah tetap
mencintai Allah dan Rasul-Nya di atas segalanya, kerana hanya cinta itu yang
dapat mengalahkan segalanya, cinta hakiki yang membuat manusia melihat segalanya
dari sudut pandangan yang berbeza,
lebih bermakna dan indah..

Surat ini ku tujukan
untuk hatiku
dan hati sahabat-sahabat tercintaku
yang kerap kali terisi
oleh cinta selain dari-Nya,
yang mudah sekali terlena oleh indahnya
dunia,
yang terkadang melakukan segalanya bukan kerana-Nya,
lalu di ruang
hatinya yang kelam merasa senang
jika dilihat dan dipuji orang,
entah di
mana keikhlasannya.
Maka saat merasakan kekecewaan dan kelelahan
kerana
perkara yang dilakukan tidak sepenuhnya berlandaskan keikhlasan, padahal Allah
tidak pernah menanyakan hasil.
Dia akan melihat kesungguhan dalam
berproses..

Surat ini ku tujukan pula untuk jiwaku
serta jiwa
sahabat-sahabat tercintaku
yang mulai lelah menapak jalan-Nya
ketika
seringkali mengeluh, merasa dibebani
bahkan terpaksa untuk menjalankan tugas
yang sangat mulia. Padahal tiada kesakitan, kelelahan serta kepayahan yang
dirasakan oleh seorang hamba
melainkan Allah akan mengampuni
dosa-dosanya..

Surat ini ku tujukan untuk ruh-ku
dan ruh
sahabat-sahabat tercintaku
yang mulai terkikis oleh dunia yang
menipu,
serta membiarkan fitrahnya tertutup oleh maksiat yang dinikmati, lalu
di manakah kejujuran diletakkan?
Dan kini terabailah sudah nurani yang
bersih,
saat ibadah hanyalah sebagai rutin belaka,
saat jasmani dan
fikiran disibukkan oleh dunia,
saat wajah menampakkan kebahagiaan yang penuh
kepalsuan.
Cuba lihat disana!
Hatimu menangis dan
meranakah?..

Surat ini ku tujukan untuk diriku
dan diri
sahabat-sahabat tercintaku yang sombong,
yang terkadang bangga pada dirinya
sendiri.
Sungguh tiada satu pun yang membuat kita lebih di hadapan-Nya selain
ketakwaan..
Padahal kita menyedari bahawa tiap-tiap jiwa akan merasakan mati,
namun kita masih bergelut terus dengan kefanaan..

Surat ini ku tujukan
untuk hatiku
dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang mulai mati,
saat
tiada getar ketika asma Allah disebut,
saat tiada sesal ketika kebaikan
berlalu begitu sahaja,
saat tiada rasa takut pada-Nya ketika maksiat
dilakukan,
dan tiada merasa berdosa ketika menzalimi diri sendiri dan orang
lain..

Akhirnya surat ini ku tujukan untuk jiwa yang masih memiliki
cahaya..
meskipun sedikit, jangan biarkan cahaya itu padam.
Maka terus
kumpulkan cahaya itu hingga ia dapat menerangi wajah-wajah di sekeliling,
memberikan keindahan Islam, yang sesungguhnya hanya dengan kekuatan dari-Nya,
"Ya..Allah yang maha membolak-balikkan hati, tetapkan hati ini pada agama-MU,
pada taat kepada-Mu dan dakwah di jalan-Mu"..

Wallahualam
bisshawab…Semoga dapat membangkitkan iman yang sedang mati..

p/s : suatu nukilan yg sgt mendalam
maksudnya..semoga cinta dunia tidak akan melalaikan kita dari mengejar
cinta-Nya.. inshaAllah=)
-from hamizah, syukran-

Sumayyah
Waiuku
9.27am
10July2008

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: