Ikhwan Sejati

28 07 2008

Seorang remaja pria bertanya pada ibunya :
Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati…
Sang Ibu tersenyum dan menjawab…

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya…

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran…

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa …

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah…

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan…

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu…

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya…

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi liku-liku kehidupan…

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…

Setelah
itu, ia kembali bertanya…” Siapakah yang dapat memenuhi kriteria
seperti itu,Ibu ?” Sang Ibu memberinya buku dan berkata… “Pelajari
tentang dia…” ia pun mengambil buku itu “MUHAMMAD”, judul buku yang tertulis di buku itu…

sumber rujukan : http://ukimedia.wordpress.com

*Di manakah kita?*

Advertisements




Akhawat Sejati

28 07 2008

AKHAWAT SEJATI…Akhawat sejati bukanlah dilihat dari wajahnya yang
manis dan menawan, tetapi dari kasih sayangnya pada karib kerabat dan
orang disekitarnya. Pantang baginya mengumbar aurat, dan memamerkannya
kepada siapapun, kecuali pada mahramnya. Dia senantiasa menguatkan
iltizam dan azzam-nya dalam ber-ghadul bashar dan menjaga kemuliaan
diri, keluarga serta agamanya.

Akhawat sejati bukanlah dilihat
dari suaranya yang lembut dan mempesona, tetapi dari lembut dan
tegasnya tutur dalam mengatakan kebenaran. Dia yang senantiasa menjaga
lisan dari ghibah dan namimah. Pantang baginya membuka aib saudaranya.
Dia yang memahami dan merasakan betul bahwa Allah swt senantiasa
mengawasi segala tindak-tanduknya.

Akhawat sejati bukanlah dilihat dari liuk
gemulainya kala ia berjalan, tetapi dari sikap bijaknya memahami
keadaan dan persoalan-persoalan. Dia yang senantiasa bersikap tulus
dalam membina persahabatan dengan siapapun, dimanapun dirinya berada.
Tak ada perbendaharaan kata “cemburu buta” dalam kamus kehidupannya.
Dia senantiasa merasa cukup dengan apa yang Allah swt anugerahkan
untuknya, juga atas nafkah yang diberikan sang suami kepadanya. Tak
pernah menuntut apa-apa yang tidak ada kemampuan pada sang qowwam di
tengah keluarga. Sabar adalah aura yang terpancar dari wajahnya. Sifat
tawadhu’ adalah pakaian yang senantiasa dia pakai sepanjang perguliran
zaman.

Akhawat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia
menghormati dan menyayangi orang-orang ditempat kerja (wajihah dakwah),
tetapi dari tatacaranya menghormati dan menyayangi siapapun dan
dimanapun tanpa memandang status yang disandangnya. Dia yang dilihat
menyejukkan mata dan meredupkan api amarah. Baitii jannatii selalu
berusaha ia ciptakan dalam alur kehidupan rumah tangga. Totalitas dalam
menyokong dakwah suami dan berdarmabakti mengurus generasi penerus yang
berjiwa Rabbani

Akhawat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya
ikhwan yang memuji dan menaruh hati padanya, tetapi dilihat dari
kesungguhannya dalam berbakti dan mencintai Allah dan Rasulullah. Dia
yang selalu menghindari sesuatu yang syubhat terlebih hal-hal yang
diharamkan-Nya.

Akhawat sejati bukanlah dilihat dari pandainya
dia merayu dan banyaknya airmata yang menitik, tetapi dari ketabahannya
menghadapi liku-liku kehidupan. Pancaran kasih sayang melesat tajam
dari tiap nada bicara yang keluar dari bibirnya. Dia yang memiliki
perasaan yang tajam untuk selalu berbuat ihsan kala ditempat umum
maupun kala sendiri.

Akhawat sejati bukanlah dilihat dari
merdunya suara kala bertilawah Qur’an dan banyaknya hadits yang ia
hafal, tetapi dari keteguhan dan konsistennya mengamalkan kandungan
keduanya. Dia selalu berusaha mengajarkan pada yang belum memahaminya.
Al-Qur’an dan As-Sunnah dijadikannya sebagai suluh penerang serta
pijakan dalam menelusuri lorong-lorong gelap kehidupan.

Akhawat
sejati bukanlah dilihat dari tingginya gelar yang disandangnya serta
luasnya wawasan ataupun lincahnya ia bergerak, tetapi tingginya ghirah
untuk menuntut ilmu dan mengamalkan syariat secara murni dan
berkesinambungan. Ilmu yang bermanfaat adalah tongkat yang ia pegang.

Menjadi akhawat sejati,
niscaya akan membuat iri dan cemburu para bidadari,
menjadi dambaan bagi mereka para insan berjiwa Rabbani,
menjadi dambaan bagi mereka para pemilik ruh dakwah dan jihadiyah,
serta para hamba Allah yang tidak tertipu oleh gemerlapnya dunia yang semu…….

Menjadi Akhawat sejati,
Seperti
yang dicontohkan oleh khadijah, Aisyah, Hafsah, Maimunah, Shafiyah,
Fathimah Az Zahra, Sumayyah dan para shahabiyah radiyallohu’anha ajma’in.

sumber rujukan : http://ukimedia.wordpress.com

Di manakah kita?

 





*Allahu Ghoyatuna*

26 07 2008

Bingkai Kehidupan – Shoutul Harokah

Mengarungi samudera kehidupan
kita ibarat para pengembara
hidup ini adalah perjuangan
tiada masa tuk berpangku tangan

setiap tetes peluh dan darah
tak akan sirna di telan masa
segores luka di jalan Allah
kan menjadi saksi pengorbanan

Allah ghoyatuna, arrosul qudwatuna
Alqur’an dusturuna, aljihad sabiluna
Almautu fi sabilillah, asma’ amanina

Allah adalah tujuan kami
Rasulullah teladan kami
Alqur’an pedoman hidup kami
jihad adalah jalan juang kami
syahid di jalan Allah adalah cita2 kami tertinggi





bisakah aku menjadi seperti dulu?

22 07 2008

hilang semangat lagi ke ni?
rasa nak pergi jauh..ke mana nak lari?
sbb semua masalah perlu diatasi bukan utk ditolak tepi

aku ingin diriku yang dulu..
tapi aku tahu aku x bisa menjadi seperti dulu
mungkin Allah hadirkan ujian ini
untuk persiapkan aku dgn jalan yg berliku
agar aku lebih istimewa di sisiNya kelak
istimewa berbanding dulu..
alangkah indahnya andai hatiku sekuat ini..

mana nak cari kekuatan ni?
bukankah aku masih ada Allah ke?
aku tahu semakin masa berlalu…
semakin banyak ujian dlm kehidupan
semakin menimbun keputusan kene buat
sbbnya tanggungjawab makin banyak terpikul
tapi aku selalu terlupa
bila makin banyak tanggungjawab, makin banyak ganjaran yg Allah akan bagi
andai aku redha dan melaksanakan amanah itu sebaiknya..
buanglah semua yg menggangu hati dan fikiran
supaya tenang jiwa..
kalau selalu mengeluh dan lemah semangat, jiwamu akan cepat futur..

smlm call abah pukul 1am NZ, rasa xkuat..
abah dan ummi dah xtau nak ckp apa..
tp abah pesan, kena ingat apa yg Allah bagi, pasti ada hikmah
apa yg Allah dah tentukan pasti aku boleh lalui..
kalau rasa xtenteram, maknanya masih tidak cukup ingatanku pdNya..
Allah, ampunkanlah hambaMu ini..

saat ini aku teringat kata2 AsSyahid Dr Abdullah Azzam yg sering aku tatapi buat menjadi penawar lelahku ini:

Ketahuilah wahai saudaraku,
sungguh anda akan menemui masa-masa yang sulit,
masa-masa yang melelahkan, dan berbagai ujian,
padahal anda tengah berjalan diatas jalan kebenaran
dan disibukkan dengan pelbagai aktiviti dakwah.
Apabila anda teguh diatas kebenaran dan sabar menghadapi pelbagai ujian.
Nescaya kepedihan akan sirna,kelelahan akan hilang,
dan yang akan tersisa bagi anda adalah ganjaran dan pahala.

Ya Rabb, aku mohon kekuatan dan ketabahan drMu..
aku mohon dgn sangat…

*too fragile*
luar nampak kuat..tp dlm hanya Allah yg tahu..

******************************************************

Ain: Kak sumayyah kene kuat..
Me: Kuat apa? kuat makan & kuat tidur ke? *wink*





Surat Cinta untuk Jiwa

9 07 2008

assalamu’alaikum
wbt..
-suatu perkongsian-moga dpt menghidupkan hati2 yg lesu dan layu..moga
diteguhkan iman hingga saat kita bertemu dgnNya..amiin Ya
Rabb

surat cinta untuk jiwa..

Surat ini ku tujukan untuk
diriku sendiri
serta sahabat-sahabat tercintaku
yang insyaAllah tetap
mencintai Allah dan Rasul-Nya di atas segalanya, kerana hanya cinta itu yang
dapat mengalahkan segalanya, cinta hakiki yang membuat manusia melihat segalanya
dari sudut pandangan yang berbeza,
lebih bermakna dan indah..

Surat ini ku tujukan
untuk hatiku
dan hati sahabat-sahabat tercintaku
yang kerap kali terisi
oleh cinta selain dari-Nya,
yang mudah sekali terlena oleh indahnya
dunia,
yang terkadang melakukan segalanya bukan kerana-Nya,
lalu di ruang
hatinya yang kelam merasa senang
jika dilihat dan dipuji orang,
entah di
mana keikhlasannya.
Maka saat merasakan kekecewaan dan kelelahan
kerana
perkara yang dilakukan tidak sepenuhnya berlandaskan keikhlasan, padahal Allah
tidak pernah menanyakan hasil.
Dia akan melihat kesungguhan dalam
berproses..

Surat ini ku tujukan pula untuk jiwaku
serta jiwa
sahabat-sahabat tercintaku
yang mulai lelah menapak jalan-Nya
ketika
seringkali mengeluh, merasa dibebani
bahkan terpaksa untuk menjalankan tugas
yang sangat mulia. Padahal tiada kesakitan, kelelahan serta kepayahan yang
dirasakan oleh seorang hamba
melainkan Allah akan mengampuni
dosa-dosanya..

Surat ini ku tujukan untuk ruh-ku
dan ruh
sahabat-sahabat tercintaku
yang mulai terkikis oleh dunia yang
menipu,
serta membiarkan fitrahnya tertutup oleh maksiat yang dinikmati, lalu
di manakah kejujuran diletakkan?
Dan kini terabailah sudah nurani yang
bersih,
saat ibadah hanyalah sebagai rutin belaka,
saat jasmani dan
fikiran disibukkan oleh dunia,
saat wajah menampakkan kebahagiaan yang penuh
kepalsuan.
Cuba lihat disana!
Hatimu menangis dan
meranakah?..

Surat ini ku tujukan untuk diriku
dan diri
sahabat-sahabat tercintaku yang sombong,
yang terkadang bangga pada dirinya
sendiri.
Sungguh tiada satu pun yang membuat kita lebih di hadapan-Nya selain
ketakwaan..
Padahal kita menyedari bahawa tiap-tiap jiwa akan merasakan mati,
namun kita masih bergelut terus dengan kefanaan..

Surat ini ku tujukan
untuk hatiku
dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang mulai mati,
saat
tiada getar ketika asma Allah disebut,
saat tiada sesal ketika kebaikan
berlalu begitu sahaja,
saat tiada rasa takut pada-Nya ketika maksiat
dilakukan,
dan tiada merasa berdosa ketika menzalimi diri sendiri dan orang
lain..

Akhirnya surat ini ku tujukan untuk jiwa yang masih memiliki
cahaya..
meskipun sedikit, jangan biarkan cahaya itu padam.
Maka terus
kumpulkan cahaya itu hingga ia dapat menerangi wajah-wajah di sekeliling,
memberikan keindahan Islam, yang sesungguhnya hanya dengan kekuatan dari-Nya,
"Ya..Allah yang maha membolak-balikkan hati, tetapkan hati ini pada agama-MU,
pada taat kepada-Mu dan dakwah di jalan-Mu"..

Wallahualam
bisshawab…Semoga dapat membangkitkan iman yang sedang mati..

p/s : suatu nukilan yg sgt mendalam
maksudnya..semoga cinta dunia tidak akan melalaikan kita dari mengejar
cinta-Nya.. inshaAllah=)
-from hamizah, syukran-

Sumayyah
Waiuku
9.27am
10July2008