di hatinya tersimpan satu rasa

9 03 2009

Di hatinya tersimpan satu rasa

Sangat perit bagai tak terubat

Sangat berat bagai tak tertahan

Sangat pahit tapi tak terluah

Sangat pilu tapi tak terdengar esakan

Berat beban itu

Tapi harus terus dipikul

Pahit tanggungan itu

Namun perlu ditelan

Sukar berliku jalan itu

Tapi hati itu memahami jalan itu perlu diredahi

Kerana sekeping hati itu yakin

Sakit perit itu

Sudah pasti tersedia penawarnya

Ya Rabb..

Didiklah hati ini setiap saat..bentuklah jiwa ini berterusan..

Agar dapat hati ini memahami dan menyelami makna kehidupan ini

Agar dapat hati ini kukuh bersama dakwah dan tarbiyyah ini…

Luruskan hatiku Tuhan..

bila hati berbicara, bicaranya hanya Dia Yang Maha Mengetahui.

di sebalik yang terjadi, pasti ada yang terjanji
termateri sesuatu yang pasti
jika kau redha ketentuan Ilahi…





*Syababul Islam*

11 02 2009

Salam Perjuangan buat ikhwah & akhawat Auckland, NZ. Semoga terus kuat bekerja keranaNya. Beramallah selagi masa masih ada…

Syababul Islam

Kami memerintah dunia ini berkurun-kurun

Nenek moyang kami kekal menaklukinya

Kami salin semula lembaran-lembaran tamadun

Zaman tidak melupainya, kami juga tidak melupainya

Dan jika mereka mencabar kami

Dengan kekejaman, akan kami pijak-pijak dahinya

Penuh dihati kami petunjuk yang kuat

Kami tidakkan mengelipkan mata, tidak kami biarkan kezaliman

Di suatu masa kami bina kerajaan di muka bumi

Dibantu oleh para pemuda yang kuat semangatnya

Pemuda-pemuda mempermudahkan tercapainya cita-cita

Mereka tidak mengenali selain Islam sebagai cara hidup

Mereka dijaga, maka mereka dipelihara dalam pemeliharaan

Yang mulia, mengharumi dunia sebagai cabang kami

Apabila mereka melihat peperangan, semangat pun berkobar

Lalu mereka musnahkan penjara dan kubu pertahanan musuh

Merekalah pemuda yang tidak dirosakkan oleh malam

Mereka tidak menyerahkan pegangan mereka kepada musuh

Bila malam menjelang mereka tidak kelihatan berkeliaran

Kerana takut akan Allah, mereka hanya bersujud

Demikianlah Islam menghasilkan dari kaumku

Pemuda-pemuda yang ikhlas, bebas lagi dipercayai

Mereka diajar bagaimana membentuk kemuliaan

Agar mereka menolak pembelengguan atau penghinaan

Tidak disedari zaman telah silih berganti

Hingga hilang keagungan umat ke tangan orang lain

Tidak ku dapati kaumku di dalam perlumbaan

Sesungguhnya mereka pernah menjadi ketua sekian tahun

Sungguh menyedihkan aku dan setiap orang yang bebas

Menjadi tanda tanya; di manakah umat islam???

Aku sangsi sama ada yang lepas akan berulang

Sungguh aku menjadi lebur kerana kecintaanku kepada zaman silam

Jauhkan aku dari harapan yang palsu

Tidak ku dapati harapan itu melainkan hanya khayalan

Bawakan untukku cahaya dari iman

Kuatkan di antara dua rusukku dengan keyakinan

Ku hulurkan tangan lalu ku ragut kemuncak kekuasaan

Dan ku bina keagungan yang bergemerlapan lagi padu.





Time asks no questions, it goes on without you

11 02 2009

You gotta be
by Des’ree

Listen as your day unfolds;
Challenge what the future holds;
Try to keep your head up to the sky;
Lovers they may cause you tears;
Go ahead release your fears;

Stand up and be counted;
Don’t be ashamed to cry;

You gotta be bad, you gotta be bold, you gotta be wiser;
You gotta be hard, you gotta be tough, you gotta be stronger;
You gotta be cool, you gotta be calm, you gotta stay together;
All I know, all I know love will save the day;

Herald what your mother said;
Read the books your father read;
Try to solve the puzzles in your own sweet time;
Some may have more cash than you;
Others take a different view;

Time asks no questions, it goes on without you;
Leaving you behind if you can’t stand the pace;
The world keeps on spinning, can’t stop it if you tried to;
This time it’s danger staring you in the face;
Remember..

All the best to all my beloved sisters in Auckland. man jadda wa jada.

Selamat menuntut ilmu! Doa dari kejauhan..





Sedingin Salju Sakinah, Sekental Sumayyah…

5 02 2009

latahzan.jpg

Sedingin Salju Sakinah, Sekental Sumayyah…

Jika ini ketentuanMu,
ku cuba tabahkan hatiku,
kerana pasti tersirat sesuatu di balik yang tersurat itu…
kerana ku manusia biasa,
tidak terdaya memikirkan apakah hikmahnya…
apakah rahsianya..
hidup ini terus berputar,
tiada masa untuk lengah,
tiada masa untuk patah,

ku kuatkan hati yang serapuh kaca ini,
ku salutkan bersama doa tulus suci,
kerana doa itu tersimpan satu kekuatanku,
kekuatan dari yang Empunya segalanya…

dan pastinya dunia bukan milikku sendiri,
untukku atur segalanya,
kerana yang takdir itu mengatasi tadbir…
tadbir dari manusia yang lemah,
takdir dari Tuhan Yang Maha Mencipta,

ku simpan segala pahit dan duka,
dalam surat kehidupan ini,
yang penuh sirat pengajaran…

di sebalik yang terjadi
pasti ada yang terjanji
termateri sesuatu yang pasti
jika kau redha ketentuan Ilahi…

“Barangsiapa yang mengenal hak waktu berarti dia telah mengetahui harga kehidupan, kerana waktu adalah kehidupan” -Imam Syahid Hassan al-Banna-





Bekerjalah dengan ikhlas

2 02 2009

Assalamu’alaykum wbt..

Buat renungan bersama..Semoga Allah kuatkan langkah menuju redhaNya..

*****************************

“Akh, dulu ana merasa semangat saat aktif dalam da’wah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat ternyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh.”
Begitu keluh kesah seorang mad’u kepada seorang murobbinya di suatu malam. Sang murobbi hanya terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad’unya.
Lalu apa yang ingin anta lakukan setelah merasakan semua itu ?” sahut sang murobbi setelah sesaat termenung.
“Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan prilaku beberapa ikhwah yang justru tidak Islami. Juga dengan organisasi dakwah yang ana geluti; kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, ana mendingan sendiri saja,” jawab mad’u itu.
Sang murobbi termenung kembali. Tidak tampak raut terkejut dari roman di wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawaban itu memang sudah diketahuinya sejak awal.
Akhi, bila suatu kali anta naik sebuah kapal mengarungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah sangat bobrok. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang keropos bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa yang akan antum lakukan untuk tetap sampai pada tujuan?” Tanya sang murobbi dengan kiasan bermakna dalam.
Sang mad’u terdiam dan berfikir. Tak kuasa hatinya mendapat umpan balik sedemikian tajam melalui kiasan yang amat tepat.
“Apakah antum memilih untuk terjun kelaut dan berenang sampai tujuan?” Sang murobi mencoba memberi opsi.
“Bila antum terjun ke laut, sesaat antum akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasa kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan lumba-lumba. Tapi itu hanya sesaat. Berapa kekuatan antum untuk berenang hingga tujuan? Bagaimana bila ikan hiu datang. Darimana antum mendapat makan dan minum? Bila malam datang, bagaimanan antum mengatasi hawa dingin?” serentetan pertanyaan dihamparkan dihadapan sang mad’u. Tak ayal, sang mad’u menangis tersedu. Tak kuasa rasa hatinya menahan kegundahan sedemikian. Kekecewaannya kadung memuncak, namun sang murobbi yang dihormati justru tidak memberi jalan keluar yang sesuai dengan keinginannya.
“Akhi, apakah anta masih merasa bahwa jalan dakwah adalah jalan yang paling utama menuju ridho Allah? Bagaimana bila ternyata mobil yang anta kendarai dalam menempuh jalan itu ternyata mogok? Antum akan berjalan kaki meninggalkan mobil itu tergeletak dijalan, atau mencoba memperbaikinya?” Tanya sang murobbi lagi.
Sang mad’u tetap terdiam dalam sesenggukan tangis perlahannya. Tiba-tiba ia mengangkat tangannya, “Cukup akhi, cukup. Ana sadar.. maafkan ana…. ana akan tetap Istiqomah. Ana berdakwah bukan untuk mendapatkan medali kehormatan. Atau agar setiap kata-kata ana diperhatikan… “
“Biarlah yang lain dengan urusan pribadinya masing-masing. Biarlah ana tetap berjalan dalam dakwah. Dan hanya Allah saja yang akan membahagiakan ana kelak dengan janji-janji- Nya. Biarlah segala kepedihan yang ana rasakan menjadi pelebur dosa-dosa ana”. Sang mad’u berazzam dihadapan sang murobbi yang semakin dihormatinya.
Sang murobbi tersenyum, “Akhi, jama’ah ini adalah jamaah manusia. Mereka adalah kumpulan insan yang punya banyak kelemahan. Tapi dibalik kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan yang mereka miliki. Mereka adalah pribadi-pribadi yang menyambut seruan Allah untuk berdakwah. Dengan begitu, mereka sedang berproses menjadi manusia terbaik pilihan Allah. Bila ada satu dua kelemahan dan kesalahan mereka, janganlah hal itu mendominasi perasaan antum. Sebagaimana Allah ta’ala menghapus dosa manusia dengan amal baik mereka, hapuslah kesalahan mereka dimata antum dengan kebaikan-kebaikan mereka terhadap dakwah selama ini. Karena di mata Allah, belum tentu antum lebih baik dari mereka.”

“Kita bukan sekedar pengamat yang hanya bisa berkomentar. Atau hanya pandai menuding-nuding sebuah kesalahan. Kalau hanya itu, orang kafir pun bisa melakukannya. Tapi kita adalah da’i. kita adalah khalifah. Kitalah yang diserahi amanat oleh Allah untuk membenahi masalah-masalah di muka bumi. Bukan hanya mengeksposnya, yang bisa jadi justru semakin memperuncing masalah.”

“Jangan sampai, kita seperti menyiram bensin ke sebuah bara api. Bara yang tadinya kecil.tak bernilai, bisa menjelma menjadi nyala api yang yang membakar apa saja. Termasuk kita sendiri!”

“Bekerjalah dengan ikhlas. Berilah taushiah dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang kepada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu. Karena peringatan selalu berguna bagi orang beriman. Bila ada isyu atau gosip tutuplah telinga antum dan bertaubatlah. Singkirkan segala ghil antum terhadap saudara antum sendiri.”





Sebuah episod dalam kisah hidupku.

11 11 2008

Allah ingin mengajarmu sesuatu di setiap saat hidupmu.

Aku menulis lagi. Satu lagi coretan hati yang ingin aku kongsikan buat kalian yg mengasihi. Alhamdulillah masih lagi diberi kesempatan olehNya untuk muhasabah diri ini. Ba’da maghrib td, aku duduk sekejap, mengimbau kembali nikmat masa dan usia yg Tuhan kurniakan di sepanjang perjalanan hidupku di bumi Auckland yg pasti aku rindui ini. Aku renung sejenak, meniti kembali masa lalu yang banyak mengajarku makna sebuah kehidupan. Benarlah kata ummi, susah payah, tawa gembira, sedih airmata, pahit maung, suka duka, sakit luka yg menemaniku di sepanjang permukiman di bumi ini hanyalah suatu episod pendek drpd episod2 dlm kisah hidupku yg entah bila ianya kan berakhir. Terlalu byk lagi episod yg belum aku lalui & yg pastinya mahukan hanya yg terbaik utk episode yg mendatang sehinggalah berakhirnya kisah hidup ini dgn happy ending. Amiin Ya Rabb.

Mengalir deras butiran airmata ini tanpa aku sedar bila mengenangkan kebaikan Allah padaku selama ini. Kalau dinilai kembali apa yg telah aku lalui; pahit dan manis, tiada satu pun bukti kezaliman Allah pada diriku. Di sini, aku belajar dan lebih memahami erti sebuah kehidupan walau hati ini banyak terluka dicalari. Di sini juga aku mengenal, di sebalik kepahitan sebuah kegagalan ada manisnya. Yg pahitnya hanya sementara cuma, tetapi yg manisnya kekal hingga kini. Biarpun saat aku mengharungi masa getirku, aku lelah berhadapan dgnnya namun penawarnya bukan shj menjadi penyembuh luka malah menjadi penghibur jiwa. Di bumi ini juga aku mula menyayangi insan di sekililingku melebihi dr diriku sendiri biarpun terkorban perasaan dan kehendak hati. Dan sesungguhnya tanah ini menjadi saksi seluruh jiwa dan hatiku telah sedaya upayaku, aku serahkan utk tarbiyyah di bumi ini. Semoga Allah terima setiap zarah amal yang cuba aku laksanakan demi Dia, tiada yg lainnya. Hanya Dia.

Dan sesuatu yg plg aku simpan rapi di tempat terstimewa dlm hati ini adalah di sini jua aku lebih kenal cinta Illahi, terasa Dia sentiasa bersama ketika aku sendiri, bila di tgh keramaian, di saat aku sedih atau gembira. Ya, aku mula mengakui tiada yg lebih hebat perasaan seorg hamba kpd Penciptanya melainkan meletakkan pergantungan tertinggi pd Dia sbb aku dan kamu tidak punya apa2. Kerana hanya dgn izinNya kita mampu menggapai apa yg kita telah kecapi hingga ke saat ini. Satu helaan nafas yg aku nikmati di saat ini jua atas izinNya.

Di sini, mungkin aku tidak berjaya sepertimana yg lainnya dlm bidang yg diceburi tp aku terlalu bersyukur. Terlalu banyak yg Allah mahu aku pelajari yg aku sendiri tidak tahu kepentingannya dlm hidupku, terlalu banyak yg Allah mahu aku fahami yg mana aku patut mensyukurinya. Hitam putih kehidupan harusku lalui dgn tenang. Semuanya ada hikmah yang tersembunyi, Tuhan jadikan untuk mendidik kita. Tugas kita, bersabarlah dan teruslah memburu redhaNya.

Memang benar, tidak semua yg kita mahukan itu akan membawa kebaikan kpd kita & tidak semua yg kita tak mahu itu, buruk bg kita, Allah itu dekat, penuh kasih sayang, Dia hanya memberi apa yg kita perlukan bukan yg kita mahukan. Terima kasih yg sebyk2nya ya Allah. Ampunkan hamba ini atas kekhilafan diri, sering melupakanMu di saat aku bahagia dan kembali mencariMu disaat aku kesusahan.

Rasa sayu bila hati dan fikiran ini sudah mula merasakan sudah dekat masanya utk aku melangkah pergi meninggalkan bumi ini..tetapi aku harus akur, apa jua ketentuanNya telah direncana indah buat diriku kerana Dialah director terhebat, majikan terbest yg tahu apa yg terbaik utk pekerja2Nya. Aku ini hanya sbg salah seorg pelakon di pentas dunia, dalam sebuah drama bertemakan kisah hidupku. Aku harus melakukan yg terbaik spy kisah hidupku adalah sebuah kisah yg bisa mendapat anugerah kisah terhebat di sisiNya seiring dgn kisah para kekasihNya. Aku tahu Dia sering mmengajarkan hambaNya erti sabar dan redha melalui ujianNya, utk menjadikan aku lebih kental jiwa dan kuat hatinya.

Semoga benar2 mendapat kekuatan itu.

Bermacam2 di fikiranku kini…akan ku coretkan lagi di lain masa. Pokoknya, aku tak nafikan yg aku sudah mula merindui bumi ini terutamnya insan2 yg menghuni di bumi tarbiyyah ini. Rindu. Bimbang pun ada.

CURRENT MODE: aku merindui allahyarham khalid. Terkenangkan dia yg telah lama meninggalkan aku dan keluargaku. Moga allah perkenankan permintaanku utk sampaikan salam rinduku buatmu adik [1 litre of tears mode]. Ada dissertation yg harus aku sempurnakan..

permukiman ini pastinya berakhir..
firstmartyr
9.15pm
902, Forte Apt
Auckland, NZ





Mutiara Buatmu Pengantin

7 11 2008

Pesanan isteri ‘Auf bin Muhlim Ashaibani kepada puterinya ketika hendak bernikah dengan al Haris bin Amr, ibunya berwasiat kepada anak perempuannya:

“Wahai anakku! Kalaulah wasiat ini untuk kesempurnaan adabmu, aku percaya kau telah mewarisi segala-galanya, tetapi ia sebagai peringatan untuk yang lalai dan pedoman kepada yang berakal.

Andai kata wanita tidak memerlukan suami kerana berasa cukup dengan kedua ibu bapanya, tentu ibumu adalah orang yang paling berasa cukup tanpa suami. Tetapi wanita diciptakan untuk lelaki dan lelaki diciptakan untuk mereka.

Wahai puteriku, Sesungguhnya engkau akan meninggalkan rumah tempat kamu dilahirkan dan kehidupan yang telahmembesarkanmu untuk berpindah kepada seorang lelaki yang belum kamu kenal dan teman hidup yang baru. Kerana itu, jadilah ‘budak’ wanita baginya, tentu dia juga akan menjadi ‘budak’ bagimu serta menjadi pendampingmu yang setia.

Peliharalah sepuluh sifat ini terhadapnya, tentu ia akan menjadi perbendaharaan yang baik untukmu.

Pertama dan kedua, berkhidmat dengan rasa puas serta taat dengan baik kepadanya.

Ketiga dan keempat, memerhatikan tempat pandangan matanya dan bau yang diciumnya. Jangan sampai matanya memandang yang buruk daripadamu dan jangan sampai dia mencium kecuali yang harum daripadamu.

Kelima dan keenam, memerhatikan waktu tidur dan waktu makannya, kerana lapar yang berlarutan dan tidur yang terganggu dapat menimbulkan rasa marah.

Ketujuh dan kelapan, menjaga hartanya dan memelihara kehormatan serta keluarganya. Perkara pokok dalam masalah harta adalah membuat anggaran dan perkara pokok dalam keluarga adalah pengurusan yangbaik.

Kesembilan dan kesepuluh, jangan membangkang perintahnya dan jangan membuka rahsianya. Apabila kamu tidak mentaati perintahnya, bererti kamu melukai hatinya. Apabila kamu membuka rahsianya kamu tidak akan aman daripada pengkhianatannya.

Kemudian janganlah kamu bergembira di hadapannya ketika dia bersedih atau bersedih di hadapannya ketika dia bergembira. Jadilah kamu orang yang sangat menghormatinya, tentu dia akan sangat memuliakanmu.

Jadilah kamu orang yang selalu sepakat dengannya, tentu dia akan sangat belas kasihan dan sayang kepadamu.

Ketahuilah, sesungguhnya kamu tidak akan dapat apa yang kamu inginkan sehingga kamu mendahulukan keredaannya daripada keredaanmu, dan mendahulukan kesenangannya daripada kesenanganmu, baik dalam hal yang kamu sukai atau yang kamu benci dan Allah akan memberkatimu.”

**************************************************************

Entri ini istimewa saya tujukan buat kakak saya yang tersayang, Asma’ Abdul Aziz & bakal kakak ipar saya, Munira Mustapa, juga buat Kak Syaf dan Kak Zaireen yg saya kasihi kerana Allah..Selamat Melangkah ke Tangga Kedua..Selamat membina baitul muslim 🙂 Semoga Allah permudahkan semuanya..

“Barakallahu lakuma, wa barak ‘alaikuma wa jam’a bainakuma fil khair, wa razaqakuma zurriyatan tayyibatan tanfa’ul islam wal muslimin”

Maksudnya:

“Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian, dan mengumpulkan kalian dalam kebaikan, serta mengurniakan kalian zuriat yg memberi manfaat kepada islam dan muslimin keseluruhannya”

Buat semua sahabat, nanti jemputlah datang rumah saya utk majlis walimatul urus abang sulung dan kakak saya:

Omar Abdul Aziz & Munira Mustapa

Asma’ Abdul Aziz & Ammar Abdul Rahman

di

Dewan Besar Sekolah Menengah Teknik Jasin,

Jasin Melaka

pada

6 Disember 2008

*saya pun masih menunggu kad jemputan yg official…

** peringatan utk saya juga 🙂